Tanggapan Bencana Gerakan Tanah Di Kec. Badegan, Kabupaten Ponorogo Provinsi Jawa Timur

Tanggapan bencana gerakan tanah di Desa Dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, sebagai berikut :

1. Lokasi dan waktu kejadian :

Lokasi bencana gerakan tanah terjadi di Kp. Watuagung, Desa Dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Waktu kejadian dimulai pada tanggal 2 Maret 2017 dan berkembang pada hari Rabu tanggal 5 April 2017 hingga sekarang.

 

2. Jenis gerakan tanah :

Jenis gerakan tanah diperkirakan berupa nendatan dan retakan yang terjadi pada lereng perbukitan bergelombang sedang.

 

3. Dampak gerakan tanah :

  • puluhan rumah rusak ringan hingga rusak berat
  • 56 KK ( sekitar 263 jiwa) telah mengungsi
  • sekitar 10 Ha lahan pekarangan dan sawah rusak (retak-retak dan nendat
  • jalan desa sepanjang ratusan meter rusak (retak-retak)
  • Telah diungsikan 263 jiwa atau sekitar 57 KK

 

4. Kondisi daerah bencana :

Secara umum lokasi bencana diperkirakan merupakan lereng perbukitan bergelombang sedang dengan kemiringan agak terjal – terjal dengan ketinggian antara 500 – 600 meter di atas muka laut.

Berdasarkan Peta Geologi Lembar Ponorogo, Jawa (Sampurno,dkk Puslitbang Geologi, 1997), daerah bencana tersusun oleh Formasi Semilit (Tms) yang terdiri dari : runtuhan batuan turbidit yang didominasi oleh breksi berbatu apung dan perulangan batu pasir kerikilan, batu pasir dan batu lempung, bagian permukaan lapuk lanjut – sempurna.

Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Ponorogo Provinsi Jawa Timur Bulan April 2017 (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Kecamatan Panggul dan sekitarnya termasuk dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah - Tinggi. Artinya daerah yang mempunyai potensi menengah - tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

 

5. Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah diperkirakan :

  • Sifat fisik tanah pelapukan yang tebal, bersifat gembur dan sarang serta batuan dasar yang rapuh mudah jenuh air saat hujan deras dalam waktu lama.
  • Hujan deras yang turun dalam waktu lama, sehingga tanah selalu jenuh air.
  • Kemiringan lereng yang agak terjal – terjal.
  • Adanya retakan-retakan sebelumnya sehingga air permukaan mudah masuk ke dalam dan menjenuhi tanah.
  • Pada daerah tersebut terdapat struktur patahan/sesar (sesar Dayakan) dengan arah barat daya – timur laut (merupakan zona lemah)
  • Diperkirakan adanya bidang lincir antara lapisan tanah pelapukan dan batuan dasar yang kompak dan keras.

 

6. Rekomendasi :

  • Daerah ini masih berpotensi terjadi longsor susulan, sehingga masyarakat di sekitar lokasi perlu waspada (terutama pada waktu hujan).
  • Masyarakat di lokasi dan sekitar lokasi bencana disarankan segera mengungsi ke lokasi yang aman.
  • Diperkirakan daerah ini akan selalu berpotensi longsor pada setiap musim hujan, sehingga diperkirakan tidak layak huni.
  • Mengendalikan air permukaan pada lereng bagian atas dan tengah, agar air tidak masuk ke dalam tanah dan menjenuhi tanah.
  • Menutup retakan dengan tanah liat yang dipadatkan, agar air hujan tidak masuk ke dalam tanah.
  • Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat.
  • Berdasarkan saran dari Tim Tanggap Darurat PVMBG, masyarakat di  lokasi bencana telah diungsikan ke lokasi aman.

 

 

LAMPIRAN

 

Badegan 1 (110417)

Gambar 1. Peta Petunjuk lokasi Gerakan Tanah

 

Badegan 2 (110417)

Gambar 2. Peta Geologi Daerah Gerakan Tanah

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

PROVINSI JAWA TIMUR

BULAN APRIL 2017

Badegan 4 (110417)

Keterangan :

Badegan 5 (110417)