Laporan Singkat Bencana Gerakan Tanah Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara

Menindaklanjuti surat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Deli Serdang nomor 360/62/BPBD/2017 tanggal 6 Maret 2017 perihal Permohonan Pemeriksaan Gerakan Tanah, maka bersama ini kami sampaikan laporan singkat hasil pemeriksaan Tim Pasca Bencana Gerakan Tanah di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, sebagai berikut:

1. Lokasi dan waktu kejadian :

  1. Desa Sibolangit, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang secara geografis terletak pada koordinat: 03° 08’ 27,37” Lintang Utara dan 98° 42’ 44” Bujur Timur.
  2. Desa Bandarbaru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang secara geografis terletak pada koordinat: 03° 14’ 55,88” Lintang Utara dan 98° 32’ 19,1” Bujur Timur.

 

2. Kondisi bencana dan dampak yang ditimbulkan :

  1. Gerakan tanah yang terjadi di Desa Sibolangit, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang berupa jatuhan batuan dengan tinggi tebing 20 m, pada km 35 jalan antara Medan ke Berastagi dengan kemiringan lereng 80-90°. Longsoran ini terjadi pada tanggal 2 Januari 2017 yang mengakibatkan terputusnya jalan, serta 1 mobil dan 1 motor rusat berat.
  2. Gerakan tanah yang terjadi di Desa Bandarbaru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang berupa jatuhan batuan dengan tinggi tebing 25 m, pada km 50 jalan antara Medan ke Berastagi dengan kemiringan lereng 60-70°. Longsoran ini terjadi pada tanggal 2 Januari 2017 yang mengakibatkan terputusnya jalan.

 

3. Kondisi daerah bencana:

  • Secara umum topografi di sekitar lokasi gerakan tanah berupa perbukitan bergelombang dengan ketinggian lebih dari 500 m di atas permukaan laut.
  • Berdasarkan Peta Geologi Lembar Medan, Sumatera Utara (Cameron dkk., 1982) batuan penyusun di daerah bencana terdiri dari batuan gunungapi Kelompok Satuan Singkut (Qvbs) yang terdiri dari lava andesit, dasit dan aliran piroklastika.
  • Berdasarkan Peta Prakiraan Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada Bulan Maret 2017 di Provinsi Sumatera Utara (Badan Geologi), daerah bencana termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah menengah-tinggi. Artinya, daerah tersebut mempunyai potensi menengah hingga tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

 

4. Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah :

  • Curah hujan yang tinggi dengan durasi lama sebelum terjadi gerakan tanah.
  • Banyaknya rekahan pada lava andesit yang sebagian telah lapuk sehingga menyebabkan air masuk kedalam batuan.
  • Banyaknya air permukaan yang meresap ke dalam tanah melalui pori tanah penutup diatas lava yang meningkatkan beban pada lereng, sehingga membuat lereng menjadi tidak stabil dan terjadilah longsor.
  • Drainage yang tidak kedap ai sehingga air mudah meresap masuk kedalam tanah. membuat tanah jenuh air sehingga berpotensi terjadinya longsor.
  • Kemiringan lereng yang terjal rata-rata >60°
  • Pemotongan lereng yang tidak mengikuti kaidah keteknikan tanah dan batuan
  • Getaran yang disebabkan oleh banyaknya kendaraan berat.

 

5. Mekanisme terjadi gerakan tanah

Kemiringan lereng yang terjal serta hujan deras dalam waktu yang lama menyebabkan air hujan sebagian meresap ke dalam tanah/batuan lava melalui retakan dan ruang antar pori, getaran dari oleh kendaraan berat, menyebabkan batuan/tanah menjadi jenuh air sehingga berat masa bertambah serta kuat gesernya menurun, ditambah kurangnya akar tanaman keras yang dapat mengikat tanah pada lereng menyebabkan lereng menjadi tidak stabil dan terjadilah longsor yang materialnya menimbun jalan raya Medan-Berastagi.

 

6. Kesimpulan dan Rekomendasi

a. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Gerakan yang terjadi berupa jatuhan batuan.
  • Gerakan tanah terjadi pada tebing terjal (>60°) pada tanah pelapukan tebal (1-2 meter) dan sarang yang berada di atas endapan lava andesit. Kontak antara lava dengan tanah diatasnya juga menjadi bidang gelincir.
  • Pada lokasi gerakan tanah/jatuhan batuan di km 35 dan 50 masih berpotensi terjadinya longsor susulan, terutama pada saat maupun setelah hujan deras yang berlangsung lama.
  • Curah hujan ekstrim dengan durasi lama pada memicu terjadinya longsor di jalan tersebut.

b.  Rekomendasi

  • Membuat buffer area di beberapa titik sebagai tempat evakuasi agar kendaraan dapat berbalik arah untuk menghindari longsor susulan.
  • Memelihara vegetasi berakar dalam di daerah lereng berkemiringan terjal untuk memperkuat kestabilan lereng.
  • Tidak beraktivitas di sekitar tebing terutama pada saat hujan deras dan berlangsung lama.
  • Tidak mendirikan bangunan pada jarak yang terlalu dekat dengan tebing.
  • Tidak melakukan pemotongan lereng yang tegak dan tinggi karena tanah pelapukan di daerah ini cukup tebal dan bersifat lepas yang mudah longsor jika lereng diganggu.
  • Pemasangan rambu-rambu rawan bencana longsor untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan.
  • Memperkuat batuan lava dengan memasang angker penguat pada tebing jalan terutama disekitar km 35.
  • Masyarakat dan pengguna jalan yang melintas harap meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi jalur rawan longsor
  • Menata aliran air permukaan pada lereng bagian atas agar tidak masuk ke tanah dan membuat tanah jenuh air sehingga berpotensi terjadi longsor.
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah.
  • Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat.

 

 

LAMPIRAN

 

Sibolangit 1 (050417)

Gambar 1 Peta Lokasi Gerakan Tanah di Desa Sibolangit, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang

 

Sibolangit 2 (050417)

Gambar 2  Peta Geologi Desa Sibolangit, Kecamatan Sibolangit dan sekitarnya, Kabupaten Deli Serdang

 

Sibolangit 3 (050417)

Gambar 3  Peta Lokasi Gerakan Tanah di Desa Bandarbaru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang

 

Sibolangit 4 (050417)

Gambar 4  Peta Geologi Desa Bandarbaru, Kecamatan Sibolangit dan sekitarnya, Kabupaten Deli Serdang

 

Sibolangit 5 (050417)

Gambar 5 Peta prakiraan wilayah potensi terjadi gerakan tanah pada bulan Maret 2017, Provinsi Sumatera Utara

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

DI KABUPATEN DELI SERDANG

PROVINSI SUMATERA UTARA

 BULAN MARET 2017

Sibolangit 6 (050417)

Keterangan :

Sibolangit 7 (050417)

 

Sibolangit 8 (050417)

Gambar 6 Peta situasi gerakan tanah di Desa Sibolangit, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara

 

Sibolangit 9 (050417)

Gambar 7 Sketsa penampang gerakan tanah di Desa Sibolangit, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara

 

 

FOTO-FOTO PEMERIKSAAN GERAKAN TANAH

Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara

Sibolangit 10 (050417)

Foto 1. Koordinasi dengan Camat Sibolangit

 

Sibolangit 11 (050417)

Foto 2. Jatuhan batuan pada km 35 di Ds. Sibolangit, Kec. Sibolangit, Kab. Deli Serdang dengan kemiringan lereng 80-90°. Tampak retakan-retakan pada batuan lava yang berpotensi terjadinya longsoran jatuhan batuan yang terlihat dari arah menuju Medan (kiri) maupun menuju Brastagi (kanan).

 

Sibolangit 12 (050417)

Foto 3. Upaya mitigasi yang sudah dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Kab. Deli Serdang di Jalan Jamin Ginting Medan-Brastagi km 35. Bronjong penahan longsor (kiri) dan rambu peringatan rawan longsor (kanan).

 

Sibolangit 13 (050417)

Foto 4. Dua titik jatuhan batuan di km 50 Desa Bandarbaru, Kecamatan Sibolangit yang sempat memutuskan jalur Medan-Berastagi

 

Sibolangit 14 (050417)

Foto 5. Kondisi berbeda di dua titik jatuhan batuan. Titik pertama memiliki litologi yang lebih lapuk (kiri) sedangkan titik kedua nampak batuannya relatif lebih segar (kanan).