Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakantanah Di Kec. Karanganyar, Kab. Purbalingga Provinsi Jawa Tengah

Laporan singkat hasil pemeriksaan bencana gerakan tanah di wilayah Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah berdasarkan permintaan Pemeriksaan Gerakan Tanah Daerah dari BPBD Kabupaten Purbalingga. Hasil pemeriksaan sebagai berikut:

 

1. Lokasi dan Waktu Kejadian Gerakan Tanah:

Gerakan tanah/ tanah longsor terjadi di Desa Kaliori, Kecamatan Karangannyar, Kabupaten Purbalingga. Kejadian gerakan tanah sering terjadi setempat-setempat di Desa Kaliori dan mengakibatkan jalan longsor dan ambles serta rumah terancam longsor. Gerakan Tanah Di desa ini sering terjadi terutama pada saat musim penghujan. dengan tipe gerakan tanah lambat, namun pada lereng yang terjal bisa terjadi perubahan gerakan dari lambat ke cepat.

Lokasi kejadian:

  • Dukuh Grugak, RT 26/ RW5 Desa Kaliori (109° 25’ 52.1” BT dan 7° 20’ 42”BT
  • Jalan desa Dukuh Sawangan; (109° 25’ 16.3” BT dan 7° 20’ 42.0”BT)
  • Dukuh Sawangan RT 39/ RW3 (109° 24’ 16.8” BT dan 7° 19’ 57.8”BT)

 

2. Jenis Gerakan Tanah:

Jenis gerakan tanah di Desa Kaliori, Kecamatan Karanganyar, adalah dengan tipe gerakan tanah lambat, namun pada lereng yang terjal bisa terjadi perubahan gerakan dari lambat ke cepat. 

 

3. Dampak gerakan tanah 

Dampak gerakan tanah berdasarkan data lapangan antara lain :

  • Di Dukuh Grugak, RT 26/ RW5, tiga rumah rumah terancam longsoran
  • Di Dukuh Sawangan Jalan Desa Rusak parah dan ambles, serta 1 rumah terancam

 

4. Kondisi daerah bencana
  • Morfologi, Secara umum topografi di sekitar Kaliori berupa lereng perbukitan dengan ketinggian antara 103 - 154 meter di atas permukaan laut. Lokasi daerah bencana merupakan perbukitan dengan lereng landai sampai agak terjal.
  • Kondisi Geologi, Berdasarkan pengamatan lapangan batuan di daerah bencana Napal lempungan bersisipan pasir yang kaya moluska (Formasi Kalibuk) dan diatasnya berupa tanah pelapukan lempung pasiran dan endapan alluvium. Formasi Kalibuk ini mempunyai ketebalan sekitar 175 meter
  • Tata guna lahan dan Keairan, Tata guna lahan pada bagian atas berupa sawah dan pemukiman karena morfologinya datar, sedangkan di bagian bawah yang morfologinya berupa lereng digunakan sebagai kebun dan sedikit ladang. Muka air tanah di daerah ini dangkal, kurang dari 5 meter.
  • Kerentanan Gerakan tanah, Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Purbalingga bulan Februari 2017 (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), daerah bencana termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah Menengah-Tinggi artinya daerah ini mempunyai potensi menengah sampai dengan tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona Menengah dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Pada Zona tinggi dapat terjadi Gerakan Tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

 

5. Faktor penyebab gerakan tanah:
  • Kondisi geologi berupa napal lempungan menyebabkan lokasi ini mudah bergerak dengan tipe rayapan.
  • Karakteristik napal lempungan yang mudah mengalami kembang susut yang tinggi dan plastisitas tinggi jika tersingkap menyebabkan mudah mengalami gerakan tanah tipe lambat dan jika terjadi pada lereng terjal berubah menjadi tipe cepat.
  • Curah hujan yang tinggi yang turun sebelum dan saat terjadinya gerakan tanah memicu terjadinya gerakan tanah.
  • Tanah pelapukan yang menumpang pada lapisan napal lempungan yang kedap air, sehingga kontak keduanya merupakan bidang gelincir gerakan tanah.
  • Sistem drainase yang kuarang baik.

 

6. Mekanisme:

Curah hujan yang tinggi mengakibatkan air terakumulasi pada batas tanah lapuk dengan napal lempungan. Air kemudian meresap pada tanah pelapukan yang bersifat sarang, sehingga tanah menjadi mudah jenuh air. Keadaan tersebut mengakibatkan bobot masa tanah dan kejenuhan tanah meningkat. Pelapukan tanah yang tebal diatas napal lempungan serta kedalaman muka air tanah yang dangkal menyebabkan tanah pelapukan dan batulempung bergerak secara lambat. Dengan adanya bobot massa tanah yang tinggi, pelapukan yang tebal dan muka air tanah yang dangkal serta curah hujan yang tinggi mengakibatkan tahanan lereng lemah kemudian dipacu dengan gaya gravitasi dan sifat dasar napal lempungan maka terjadilah gerakan tanah tipe rayapan.

 

7. Rekomendasi Teknis :

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, maka direkomendasikan:

  • Perkuatan lereng untuk jalan yang longsor, untuk sementara dibuat cerucuk agar longsor tidak berkembang.
  • Perbaikan sistem drainase agar air hujan tidak masuk kedalam area longsoran.
  • Masyarakat yang terancam harap meningkatkan kewaspadaan terutama rumah-rumah yang terancam longsoran 4 rumah.
  • Satu rumah agar memasang talang gantung agar air tidak masuk ke dalam area longsoran serta menata saluran air agar tidak masuk ke area longsoran.
  • Tipe gerakan tanah adalah longsoran rayapan (lambat), namun jika lereng terjal dan jenuh air bisa berubah menjadi cepat.
  • Pada umumnya di daerah ini sebelum terjadi longsor muncul retakan, sehingga jika muncul retakan segera di tutup menggunakan tanah (lempung) agar air tidak masuk kedalam area retakan.
  • Masyarakat harap mewaspadai jika muncul rembesan pada lereng yang disertai aliran lumpur.
  • Meningkatkan kesiapsiagaan pada saat dan setelah turun hujan karena masih berpotensi terjadi longsoran susulan.
  • Tidak beraktifitas di bawah material longsoran atau dibawah lereng jika hujan lebat.
  • Rumah yang terancam pada saat ini tidak perlu direlokasi.

 

LAMPIRAN

 

Kaliori 1 (160317)

Peta lokasi daerah bencana

 

Kalior 2 (160317)

Peta Geologi di daerah Kaliori dan sekitarnya

 

Kalior 3 (160317)

Peta Prakiraan Wilayah Potensi Gerakan Tanah Kabupaten Purbalingga Bulan Februari 2017

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH DI KABUPATEN PURBALINGGA,

 PROVINSI JAWA TENGAH BULAN FEBRUARI 2017

Kalior 4 (160317)

Keterangan :

Kalior 5 (160317)

 

Kaliori 6 (160317)

Peta situasi gerakan tanah di lokasi bencana

 

Kaliori 7 (160317)

Gambar Penampang A – B

 

Kaliori 8 (160317)

Jalan Desa terputus dan 2 rumah terancam, agar gerakan tanah tidak berkembang sebaiknya segera ditanggulangi dengan pemasangan cerucuk dan perkutan lereng, serta memperbaiki saluran drainase agar tidak masuk ke area longsoran

 

Kaliori 9 (160317)

Agar gerakan tanah tidak berkembang sebaiknya segera ditanggulangi dengan pemasangan cerucuk dan perkutan lereng, serta memperbaiki saluran drainase agar tidak masuk ke area longsoran

 

Kaliori 10 (160317)

Bidang gelincir Napal lempungan sehingga mengakibatkan gerakan tanah tipe lambat, jika lereng terjal berubah menjadi tipe cepat.

 

Kaliori 11 (160317)

Penanggulangan dengan bronjong, namun sistem drainase belum diperbaiki sehingga masih masuk ke dalam area longsoran sehingga pergerakan tanah masih terjadi dan perlu dipasang talang gantung agar air tidak masuk ke area longsoran

 

Kaliori 12 (160317)

Sosialisasi hasil kajian dan Penanggulangan Longsor oleh tim Badan Geologi dengan aparat Desa Kaliori