Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakantanah Di Kec. Kaligondang, Kab. Purbalingga Provinsi Jawa Tengah

Laporan singkat hasil pemeriksaan bencana gerakan tanah di wilayah Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah berdasarkan permintaan Pemeriksaan Gerakan Tanah Daerah dari Sekretariat Daerah Kabupaten Purbalingga 362/00871 dan permintaan BPBD Purbalingga. Hasil pemeriksaan sebagai berikut: 

1. Lokasi dan Waktu Kejadian Gerakan Tanah:

Gerakan tanah berupa retakan dan nendatan di Dusun 2 dan 3, Desa Pagerandong, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga terjadi pada tanggal 20 Januari 2017, kemudian retakan tersebut meluas dan menyebabkan 1 rumah hancur. Akibat kejadian tersebut warga merasa kawatir dan jika mengungsi setiap terjadi hujan. Secara geografis terletak pada koordinat  109° 25' 41" BT dan 7° 21' 12" LS

 

2. Jenis Gerakan Tanah:

Jenis gerakan tanah di Dusun 2 dan 3, Desa Pagerandong, Kecamatan Kaligondang berupa retakan/ rayapan.  Longsoran terjadi pada bagian bawah lereng berarah relative ke barat (N 285°E). Retakan pada bagian bawah lereng dengan lebar retakan 51 - 64 cm, turun 90 – 100 cm, dan panjang 70 meter.

 

3. Dampak gerakan tanah 

Dampak gerakan tanah berdasarkan data lapangan antara lain :

  • 1 rumah rusak berat, 1 rumah dapurnya terancam pergerakan
  • 4 rumah berdekatan dengan retakan
  • Warga khawatir jika hujan turun.

 

4. Kondisi daerah bencana
  • Morfologi, Secara umum topografi di sekitar lokasi bencana  berupa kaki perbukitan dengan ketinggian antara 100 - 200 meter di atas permukaan laut. Lokasi daerah bencana merupakan kaki perbukitan dengan kelerengan berkisar 10 - 20° dan berdekatan dengan Sungai Gintung.
  • Kondisi Geologi, Berdasarkan pengamatan lapangan batuan di daerah bencana Napal lempungan bersisipan pasir yang kaya moluska (Formasi Kalibuk) dan diatasnya berupa tanah pelapukan lempung pasiran dan endapan alluvium. Formasi Kalibuk ini mempunyai ketebalan sekitar 175 meter
  • Tata guna lahan dan Keairan, Tata lahan pada bagian atas berupa kebun, ladang serta kebun bambu. Sedangkan di bagian bawah pemukiman dan sawah.  Muka air tanah di daerah ini berdasarkan pengamatan dan pengukuran di sumur penduduk berkisar 2 sampai 3 meter, Muka air tanah yang dangkal ini karena lokasi bencana berdekatan dengan Sungai Gintung.
  • Kerentanan Gerakan tanah, Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Purbalingga bulan Februari 2017 (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), daerah bencana termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah Menengah - Tinggi artinya di daerah ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan dan longsoran lama dapat aktif kembali.

 

5. Faktor penyebab gerakan tanah:
  • Kondisi geologi berupa napal lempungan menyebabkan lokasi ini mudah bergerak dengan tipe rayapan
  • Karakteristik napal lempungan yang mudah mengalami kembang susut yang tinggi dan plastisitas tinggi jika tersingkap menyebabkan mudah mengalami gerakan tanah tipe lambat.
  • Curah hujan yang tinggi yang turun sebelum dan saat terjadinya gerakan tanah memicu terjadinya gerakan tanah.
  • Tanah pelapukan yang menumpang pada lapisan napal lempungan yang kedap air, sehingga kontak keduanya merupakan bidang gelincir gerakan tanah
  • Sistem drainase yang kuarang baik

 

6. Mekanisme:

Curah hujan yang tinggi mengakibatkan air terakumulasi pada batas tanah lapuk dengan napal lempungan. Air kemudian meresap pada tanah pelapukan yang bersifat sarang, sehingga tanah menjadi mudah jenuh air. Keadaan tersebut mengakibatkan bobot masa tanah dan kejenuhan tanah meningkat. Pelapukan tanah yang tebal diatas napal lempungan serta kedalaman muka air tanah yang dangkal menyebabkan tanah pelapukan dan batulempung mudah bergerak lambat. Dengan adanya bobot massa tanah yang tinggi, pelapukan yang tebal dan muka air tanah yang dangkal serta curah hujan yang tinggi mengakibatkan tahanan lereng lemah kemudian dipacu dengan gaya gravitasi dan sifat dasar napal lempungan maka terjadilah gerakan tanah tipe rayapan.

 

7. Rekomendasi Teknis :

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, maka direkomendasikan:

  • 1 rumah yang rusak berat agar di pindah ke tempat yang lebih aman.
  • Pada area ini terdapat 4 rumah berdekatan dengan area longsor, namun 1 dapur rumah terancam pergerakan lambat dan retakan.
  • Saluran drainase segera diperbaiki agar retakan tidak berkembang menjadi lebih parah
  • Untuk mengurangi pergerakan sebaiknya bagian bawah dipasang bronjong
  • Rumah panggung akan cocok di daerah ini mengingat tipe pergerakan lambat akan terjadi di daerah ini
  • Di Dusun 2 segera memperbaiki saluran air agar tidak masuk kedalam retakan, mengingat pada saat ini air masuk ke dalam retakan
  • Perbaikan saluran air/irigasi di Dusun 2 dengan menggunakan pralon agar air tidak meresap kearea retakan
  • Jenis gerakan tanah tipe rayapan umunya jarang menimbulkan korban jiwa, namun demikian seringkali menyebabkan rusaknya bangunan dan ketidaknyaman bertempat tinggal.
  • Masyarakat harus tetap meningkatkan kewaspadaan terutama jika muncul rembesan pada tekuk lereng dan retakan bertambah lebar
  • Masyarakat agar memantau jika muncul retakan baru, segera ditutup agar air tidak masuk ke retakan tersebut dan jika retakan bertambah lebar segera mengungsi dan melaporkan ke Pemerintah Daerah. Tidak membuat kolam pada daerah retakan karena akan mempercepat terjadinya gerakan tanah.
  • Meningkatkan kesiapsiagaan pada saat dan setelah turun hujan karena potensi pergerakan tanah masih ada.
  • Masyarakat perlu waspada bila perlu mengungsi ketempat yang aman jika terjadi hujan lebih dari 3 jam

 

LAMPIRAN

 

Kaligondang 1 (150317)

Peta lokasi daerah bencana

 

Kaligondang 2 (150317)

Peta situasi gerakan tanah di lokasi bencana

 

Kaligondang 3 (150317)

Gambar Penampang A - B

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH DI KABUPATEN PURBALINGGA,

 PROVINSI JAWA TENGAH BULAN FEBRUARI 2017

Kaligondang 4 (150317)

Keterangan : 

Kaligondang 5 (150317)

 

Kaligondang 6 (150317)

Peta Geologi Pagerandong dan sekitarnya, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga, Jawa Tengah

 

Kaligondang 7 (150317)

Peta Prakiraan Wilayah Potensi Gerakan Tanah Kabupaten Purbalingga Bulan Februari 2017

 

Kaligondang 8 (150317)

1 Rumah hancur akibat gerakan tanah lambat dan 1 rumah dapurnya terancam pergerakan tanah

 

Kaligondang 9 (150317)

Gambar retakan pada bagaian bawah (lebar retakan 51 - 64 cm, turun 90 – 100 cm, dan panjang 70 meter)

 

Kaligondang 10 (150317)

Bidang gelincir gerakan tanah berupa Napal lempungan berada pada kedalaman 3 meter

 

Kaligondang 11 (150317)

Diskusi dan penyampaian hasil kajian lapangan