Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Desa Kawahmanuk, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat

laporan  hasil  pemeriksaan  lapangan  Bencana Gerakan Tanah di Desa Kawahmanuk, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, sebagai berikut :

 1. Lokasi dan Waktu Kejadian Gerakan Tanah:

Gerakan tanah terjadi di Jalur Jalan Nasional yang menghubungi Kabupaten Majalengka – Kabupaten Kuningan, tepatnya berada di Blok Wage Cireungit, Desa Kawahmanuk, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Secara geografis terletak pada koordinat : 108° 23' 33,1" BT dan 7° 00' 36,1" LS. Gerakan tanah terjadi pada hari Jumat tanggal 17 Februari 2017 pagi hari pukul 05:30 WIB.

 

2,  Kondisi Daerah Bencana :

 a. Morfologi

Secara umum daerah bencana, merupakan Jalur Jalan Nasional yang berada di ketinggian 723 meter diatas permukaan laut. Lokasi jalan ini relatif datar dimana di bagian barat merupakan lereng timur dari perbukitan bergelombang lemah – sedang dengan kemiringan lereng 15 – 20o. Sedangkan pada bagian bawah (timur) merupakan tebing lembah dengan kemiringan 20 – lebih dari 30o. Bagian bawah (timur) dari longsoran merupakan alur sungai yang langsung mengalir ke Waduk Darma.

 bGeologi

 Berdasarkan hasil pengamatan di lokasi bencana batuan dasar penyusun daerah bencana adalah breksi gunungapi dan tuf lapuk lanjut – lapuk sedang. yang ditutupi oleh  tanah pelapukan lempung pasiran dan bagian atas (bawah jalan) merupakan tanah timbunan, berupa lanau pasiran dan pasir kerikilan, kurang kompak, gembur, sarang dengan tebal lebih dari 2 meter. Berdasarkan Peta Geologi Lembar Tasikmalaya (Budhitisna, Puslitbang Geologi 1986) satuan batuan ini merupakan bagian dari Satuan Breksi Gunungapi Tua (QTvr) yang merupakan produk dari Gunung Cereme dan diperkirakan berumur Kuarter.

c. Keairan

 Kondisi keairan di daerah bencana berupa air permukaan (air hujan) yang terakumulasi (menggenang) pada tekuk lereng di bagian barat jalan yang merembes di bawah badan jalan. Rembesan air muncul pada tekuk lereng dan alur sungai kecil yang berada di sebelah timur lokasi gerakan tanah. Selain itu adanya saluran air yang memotong badan jalan (melalui gorong-gorong) dan  bermuara di bagian bawah jalan sisi timur dan masuk ke dalam waduk Darma. Untuk keperluan sehari-hari, penduduk  menggunanakan air dari mata air

d. Tata guna lahan

Pada lereng bagian atas berupa kebun campuran dan tegalan yang ditanami pohon pisang, singkong dan pohon kelapa, bagian tengah  (pada lokasi gerakan tanah dan sekitarnya) jalan aspal dan pemukiman penduduk, sedangkan bagian bawah merupakan kebun campuran serta areal persawahan.

e. Kerentanan gerakan tanah

Berdasarkan Peta Prakiraan Potensi Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat bulan Februari 2017 (PVMBG Badan Geologi), lokasi bencana terletak pada daerah potensi gerakan tanah Menengah artinya daerah yang mempunyai potensi Menengah untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

3. Situasi dan Dampak Bencana

Kejadian longsornya tubuh jalan pada Blok Wage Cireungit, Desa Kawahmanuk, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan merupakan jenis longsoran bahan rombakan dengan arah pergerakan relatif ke arah timur  (ke arah Waduk Darma). Longsoran pada badan jalan dengan panjang 19,5 meter dan lebar 9,8 meter (di bagian mahkota) dengan tinggi gawir 6 – 7 meter. Total tubuh jalan yang mengalami deformasi keseluruhannya sepanjang  65 meter dan lebar 23 meter. Permukaan  jalan  posisinya miring ke arah timur dengan kemiringan kurang lebih 7º dan dibatasi oleh tebing jalan yang terjal dengan kemiringan > 70º dengan kedalaman dari permukaan jalan sebelum longsor lebih kurang 15 meter. Badan jalan pada lokasi bencana dibangun oleh  tanah timbunan yang menumpang di atas tanah pelapukan breksi andesit dan tuf andesitan. Rembesan air muncul dari  bidang kontak antara tanah timbunan dengan tanah pelapukan batuan Breksi Tua.

Dampak dari bencana tanah longsor ini menyebabkan jalan Nasional yang terletak di Desa Kawahmanuk (menghubungkan Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka) terputus total dan tidak bisa dilewati kendaraan.

 4. Faktor Penyebab Terjadinya Gerakan Tanah :

Faktor – faktor  penyebab terjadinya gerakan tanah pada badan jalan ini antara lain :

  • sifat fisik tanah timbunan pada badan jalan yang kurang padat, gembur, sarang dan jenuh air menumpang pada pelapukan breksi vulkanik yang  menyebabkan badan jalan tidak stabil dan mudah bergerak
  • adanya genangan (akumulasi) air pada tekuk lereng di sebelah barat badan jalan yang merembes dan menggerus tanah pada badan jalan
  • kemiringan lereng tebing jalan (sebelah timur) yang curam – hampir tegak ( > 700) menyebabkan badan jalan tidak stabil dan mudah bergerak
  • beban kendaraan berat yang makin meningkat
  • retakan retakan pada permukaan jalan yang telah berlangsung lama terutama pada sisi jalan sebelah timur mempercepat infiltrasi air permukaan kedalam tanah pada tubuh jalan.
  • diameter saluran pembuang (gorong-gorong) di bawah badan jalan yang terlalu kecil dan tersumbat.
  • Penataan air permukaan/pembangunan drainase  yang kurang baik menyebabkan air membentuk genangan dan melimpas hingga ke badan jalan.
  • Adanya hujan deras yang berlangsung lama

5. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah :

 Adanya curah hujan yang tinggi dalam waktu lama dan gorong-gorong pengering yang sempit dan tersumbat menyebabkan terjadinya genangan pada tekuk lereng di sebelah barat badan jalan. Air genangan ini merembes menjenuhi tanah timbunan pada badan jalan, sehingga tanah timbunan /badan jalan menjadi jenuh air dan gembur menyebabkan bobot masanya bertambah dan daya ikatnya berkurang. Adanya pembebanan dari kendaraan yang lewat serta kemiringan lereng yang curam (sebelah timur badan jalan) menyebabkan badan jalan tidak stabil dan terjadilah longsoran yang menggerus badan jalan.

6. Rekomendasi Teknis

Dengan putusnya jalur nasional yang menghubungkan Kabupaten Kuningan dan Majalengka di Desa Kawahmanuk, Kecamatan Darma maka perlu dilakukan langkah - langkah sebagai berikut :

a. Alternatif - 1

  •  membangun kembali jalan dengan mengikuti kaidah teknik yang sesuai kondisi geologi setempat dan memperhitungkan beban kendaraan yang melintasi jalan tersebut.
  • menimbun badan jalan dengan sirtu (pasir batu) yang dicampur dengan tanah lempung yang dipadatkan
  • bagian permukaan tanah timbunan pada kiri kanan badan jalan agar di semen (kedap), agar air permukaan tidak masuk ke dalam tanah timbunan/badan jalan
  • membuat dinding penahan (retaining wall) pada tebing jalan dengan pondasi menembus batuan dasar (breksi) dengan pondasi tiang pancang.
  • mengeringkan genangan air (sebelah barat badan jalan) dengan membuat saluran kedap (gorong-gorong) dengan diameter cukup besar (disesuaikan) sebanyak 2 atau 3 lajur pada dasar lembah.
  • menutup retakan pada badan jalan dan sekitarnya dengan semen/tanah lempung yang dipadatkan agar air permukaan tidak masuk melalui retakan tersebut.
  • membatas jumlah muatan kendaraan bermotor yang melewati jalur jalan tersebut.
  • menanam pohon keras berakar kuat dan dalam di sepanjang tebing yang dapat berfungsi menahan lereng.
b. Alternatif - 2
  • membuat jembatan, dimana dasar pondasi jembatan (abutment) harus masuk sampai ke batuan dasar (breksi)
  • dasar pondasi jembatan perlu dicor semen agar tidak tergerus air
  • mengeringkan genangan air (sebelah barat badan jalan) dengan membuat saluran kedap dengan diameter cukup besar (disesuaikan).
  • menanam pohon keras berakar kuat dan dalam di sepanjang tebing yang dapat berfungsi menahan lereng.

 

Kawahmanuk 1 (200217)

Gambar 1. Peta Petunjuk lokasi Gerakan Tanah di Desa Kawahmanuk,

Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

 

Kawahmanuk 2 (200217)

Gambar 2. Peta Geologi Daerah Desa Kawahmanuk dan sekitarnya

Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

DI KABUPATEN KUNINGAN

PROVINSI JAWA BARAT

BULAN FEBRUARI 2017

kawah manuk kuningan3

Kawahmanuk 4 (200217)

 

Kawahmanuk 5 (200217)

Gambar 3. Peta Prakiraan Wilayah Potensi Gerakan Tanah pada Bulan Februari 2017 Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat

 

kawah manuk kuningan6 

Gambar 4. Peta Situasi Jalur Jalan Nasional Majalengka – Kuningan, di Blok Wage Cireungit

Desa Kawahmanuk, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat

 

kawah manuk kuningan7 

kawah manuk kuningan8

Gambar 5. Sketsa penampang dan foto gerakan tanah dari arah timur di Blok Wage Cireungit,

Desa Kawahmanuk, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan

 

kawah manuk kuningan9

Foto 1. Lokasi Gerakan Tanah yang mengakibatkan Jalur Jalan Nasional yang menghubungkan Kabupaten Majalengka

dengan Kabupaten Kuningan terputus tidak bisa dilewati kendaraan

 

kawah manuk kuningan10

Foto 2. Tanah lapukan dengan ketebalan 3 - 5 meter yang yang menumpang ke batuan breksi vulkanik dibagian bawahnya yang merupakan bidang gelincir.

 

kawah manuk kuningan11 

Foto 3. Kebun warga yang berada dibagian atas tergenang sampai ketinggian

2 meter air apabila turun hujan deras dengan durasi yang cukup lama.

 

kawah manuk kuningan12 

Foto 4. Gorong-gorong atau saluran air yang terlalu kecil tidak bisa menampung debit air yang besar apabila turun hujan deras dengan durasi yang cukup lama.

 

kawah manuk kuningan13 

Foto 5. Saluran air/sungai yang berada disebelah timur atau bagian bawah

lokasi gerakan tanah.

 

kawah manuk kuningan14

Foto 6. Tim dari Badan Geologi berkoordinasi dilokasi kejadian dengan Tim kajian dari Pusat Jalan dan Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.