Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat

Laporan singkat hasil pemeriksaan tim tanggap darurat bencana gerakan tanah di Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat sebagai berikut :

1. Lokasi dan Waktu Kejadian Gerakan Tanah

Gerakan tanah terjadi di 3 lokasi, yaitu :

  1. Kp. Sirnajaya RT-04/RW-01, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Secara geografis terletak pada koordinat :06° 54’ 38,1” LS dan 106° 24’ 00,2” BT. 
  2. Kp. Sirnajaya RT-01/RW-02, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Secara geografis terletak pada koordinat :06° 54’ 43,9” LS dan 106° 24’ 03,1” BT. 
  3. Kp. Sirnajaya RT-02/RW-02, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Secara geografis terletak pada koordinat 006° 54’ 48,3” LS dan 106° 23’ 58,7” BT. 

 

2. Jenis Gerakan Tanah 

Gerakan tanah berupa rapayan yang dicirikan dengan adanya nendatan dan retakan. Nendatan mempunyai arah N 2390 E - N 2530 E, sedangkan retakanya mempunyai arah N 670 E - N 2480 E yang tersebar di seluruh wilayah bencana.

Secara umum rayapan di daerah ini mempunyai arah N 1650 E (arah S. Cibuluh) dan N 2450 E (arah S. Cibareno) 

 

3. Dampak Gerakan Tanah 

Bencana gerakan tanah di daerah ini menyebabkan :

a. Kp. Sirnajaya RT-04/RW-01

  • 3 (tiga) rumah rusak berat 
  • 1 (satu) rumah rusak ringan 
  • 4 (empat) rumah rusang sedang

b. Kp. Sirnajaya RT-01/RW-02

  • 13 rumah rusak 
  • 80 rumah terancam
c. Kp. Sirnajaya RT-02/RW-02
  • 2 (dua) rumah, 1 (satu) masjid, dan 1 (satu) madrasah terancam

 

4. Kondisi Daerah Bencana

  • Morfologi, Lokasi bencana terletak pada lereng barat daya dari perbukitan bergelombang sedang dengan kemiringan lereng antara 150 – lebih dari 350 dengan ketinggian antara 150 – 280 meter di atas muka laut; pada bagian lembah mengalir Sungai Cibareo yang merupakan sungai temporer (yaitu sungai yang mempunyai debit air besar/banjir pada musim hujan dan kecil/kering pada musim kemarau).
  • Kondisi geologi, Berdasarkan Peta Geologi Lembar Leuwidamar, Jawa (Sudjatmiko dan S. Santoso, 1992, Puslitbang Geologi) daerah bencana disusun oleh Satuan Andesit yang terdiri dari andesit, andesit hornblenda, andesit hypersten (Tma) dan batuan dari Formasi Badui yang terdiri dari konglomerat, batupasir, dan tuf (Tmd). Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi bencana, batuan dasar penyusun daerah bencana berupa lava andesit lapuk sedang – lapuk lanjut, dengan  tanah pelapukan berupa lempung pasiran dengan ketebalan lebih dari 4 meter. Struktur geologi yang berkembang di daerah tersebut berupa patahan (sesar) naik berarah barat – timur serta patahan (sesar) normal (turun) berarah utara – selatan.
  • Tata guna lahan, Tata lahan pada lereng bagian atas berupa pemukiman dan kebun campuran, sedangkan lereng bagian bawah berupa sawah, kebun campuran dan pemukiman.
  • Keairan, Keairan pada lokasi bencana berupa aliran permukaan dari air hujan yang mengalir di permukaan dan sebagian meresap ke dalam tanah (pada musim hujan) serta aliran Sungai Cibareo yang mengalir pada bagian lembah yang merupakan sungai temporer. (sungai yang berdebit besar pada musim hujan dan kecil/kering pada musim kemarau)
  • Kerentanan gerakan tanah, Berdasarkan Peta Prakiraan Kejadian Gerakan Tanah di Kabupaten Sukabumi pada Bulan Februari 2017  (PVMBG), Kecamatan Cisolok terletak pada zona kerentanan gerakan tanah menengah - Tinggi artinya artinya pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau jika lereng mengalami gangguan dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

 

5. Faktor Penyebab Terjadinya Gerakan Tanah
  • Batuan penyusun yang bersifat sarang dan mudah meloloskan air dan luruh jika terkena air,
  • Kemiringan lereng yang agak terjal sampai curam mengakibatkan tanah mudah bergerak.
  • Adanya lapisan lempung abu-abu pada kaki lereng yang mudah membubur dan menyebabkan lapisan tanah mudah bergerak
  • Adanya longsoran-longsoran kecil pada kaki lereng akibat erosi sungai Cibareo, menyebabkan lapisan tanah tidak stabil dan mudah bergerak
  • Adanya bidang lincir antara tanah pelapukan dan batuan dasar (lava) yang keras dan kedap air.
  • Adanya patahan/sesar sehingga kondisi daerah tersebut tidak stabil
  • Sistem drainase permukaan yang kurang baik sehingga air baik air hujan maupun air limbah rumah tangga terakumulasi dan terkonsentrasi ke lokasi bencana sehingga mempercepat berkembangnya longsor.
  • Hujan yang turun dengan durasi lama meningkatkan potensi tanah untuk bergerak.

 

6. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah 

Curah hujan yang tinggi serta drainase yang kurang baik mengakibatkan air terakumulasi dan masuk ke dalam tanah melalui ruang antar butir dan retakan/rekahan, menyebabkan tanah menjadi jenuh sehingga bobot masanya bertambah serta daya ikatnya berkurang. Adanya longsoran-longsoran pada kaki lereng akibat erosi samping dari aliran sungai pada lembah/kaki lereng, adanya lapisan lempung abu-abu, adanya bidang lincir antara tanah pelapukan dan batuan dasar serta kemiringan lereng yang agak terjal – curam, maka tanah menjadi tidak stabil dan bergerak perlahan menuruni lereng, sehingga terjadilan rayapan (longsoran dengan pergerakan lambat) disrrtai dengan retakan dan nendatan yang merusakan bangunan rumah-rumah di daerah tersebut. Gerakan tanah ini akan dapat terjadi lagi pada setiap musim hujan, sehingga daerah ini sangat berpotensi terjadi gerakan tanah susulan.

 

7. Rekomendasi Teknis
  • Meningkatkan kewaspadaan bagi penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar lokasi gerakan tanah terutama pada saat dan setelah turun hujan,
  • Memantau perkembangan gerakan tanah (retakan) dan jika terjadi perkembangan yang cepat segera menjauh dari lokasi gerakan tanah dan melaporkannya ke instasi yang berwenang.
  • Menata saluran air permukaan dan air buangan rumah tangga dengan kontruksi yang kedap air.
  • Mengganti lahan sawah pada lereng bagian atas dengan tanaman kering (kebun atau palawija) agar tanah tidak jenuh air dan mudah bergerak.
  • Menanam pohon-pohon berakar kuat dan dalam (jati, durian, mangga, mahoni dan sejenisnya)
  • Tidak melakukan penggalian secara curam/tegak pada lereng
  • Tidak membuat kolam dan mengeringkan air kolam/genangan di daerah tersebut.
  • Rumah disarankan dengan rumah panggung (rumah kayu)
  • Merelokasi rumah-rumah yang rusak ke lokasi yang aman atau membangun kembali dengan rumah panggung/rumah kayu (dengan umpak/tatapakan).
  • Meningatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah.

 

 

LAMPIRAN

 

Cisolok 1 (220217)

Gambar 1 : Peta Petunjuk Lokasi Gerakan Tanah di Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

 

Cisolok 2 (220217)

Gambar 2 : Peta Geologi Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

( Sumber : Peta Geologi Lembar Leuwidamar, Jawa; Sudjatmiko dan S. Santoso, 1992, Puslitbang Geologi )

 

Cisolok 3 (220217)

Gambar 3 : Peta Situasi Gerakan Tanah di Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi

 

Cisolok 4 (220217)

Gambar 4 : Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah Pada Bulan Februari 2017 di Kota dan Kabupaten Sukabumi

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

DI KABUPATEN SUKABUMI

PROVINSI JAWA BARAT

 BULAN FEBRUARI 2017

Cisolok 5 (220217)

Keterangan :

Cisolok 6 (220217)

 

Cisolok 7 (220217)

Gambar 5 : Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kota & Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat

 

Cisolok 8 (220217)

 

Cisolok 9 (220217)

Foto 1 : Bangunan yang rusak dan hancur akibat gerakan tanah yang terjadi di ( Kp. Sirnajaya RT-04/RW-01, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok )

 

Cisolok 10 (220217)

Foto 2. beberapa factor penyebab terjadinya gerakan tanah di daerah pemeriksaan, antara lain adanya lahan sawah pada lereng bagian atas serta longsoran-longsoran kecil pada lereng bagian bawah dan kaki lereng

 

Cisolok 11 (220217)

Foto 3. Bangunan rumah panggung yang cukup stabil untuk pemukiman di daerah bencana ( Kp. Sirnajaya RT-04/RW-01, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok )