Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Dusun Kedawung, Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah

Laporan  hasil  pemeriksaan  lapangan  rencana tempat relokasi di Dusun Kedawung, Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah berdasarkan permohonan langsung dari pemerintah daerah setempat ketika Tim sedang melaksanakan pemeriksaan bencana gerakan tanah di Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah.  Hasil pemeriksaan sebagai berikut :

1. Lokasi dan Waktu Kejadian Gerakan Tanah:

Gerakan tanah terjadi di Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 28 Januari 2017, menyebabkan 73 unit pemukiman berjumlah 91 Kepala Keluarga mengungsi dan akan direlokasi ke tempat yang lebih aman. Atas dasar kejadian tersebut penduduk yang terkena dampak bencana gerakan tanah akan di relokasi di Dusun Kedawung sehingga perlu kajian geologi terhadap rencana tempat relokasi yang akan dibangun.

2. Kondisi Rencana Tempat Relokasi

  • Daerah rencana relokasi secara geografi terletak pada koordinat 109° 09' 47,9" BT dan 7° 02' 27,9" LS.
  • Luas tanah keseluruhan daerah rencana relokasi  ±  15 Ha, untuk kebutuhan sekarang, dapat digunakan 3 - 4 Ha dari total luas dengan tata guna lahan kebun campuran dan sawah.
  • Status tanah adalah tanah milik warga.
  • Jarak dengan lokasi bencana sekitar 1km dan dekat dengan akses jalan desa.
  • Pencapaian lokasi rencana relokasi dengan jalan (lebar 4m) kondisi jalan kerikil  dan sebagian beraspal.
  • Morfologi daerah calon relokasi berupa pedataran dari perbukitan bergelombang lemah dengan kemiringan 5 - 100 (bagian atas) dan terdapat sungai di sebelah barat yaitu S. Cacaban Kulon.
  • Batuan dasar penyusun daerah relokasi adalah serpih napal dan batupasir gampingan yang merupakan bagian dari Formasi Rambatan.
  • Keairan daerah calon relokasi berasal dari limpasan air permukaan (hujan), Kedalaman sumur berkisar 8 -12m), penduduk disekitar lahan relokasi menggunakan mata air yang disalurkan pakai pipa  untuk keperluan sehari-hari.
  • Dari hasil pengamatan lapangan di daerah tersebut tidak terdapat tanda-tanda terjadinya gerakan tanah, baik gerakan tanah lama maupun baru. Hal yang perlu diantisipasi terhadap potensi gerakan tanah apabila tanah sudah dibuat relokasi adalah pada lembah alur sungai dan tanah timbunan/tanah urugan yang tidak/kurang padat, sehingga di usahakan seminimal mungkin pengurugan tanah untuk keperluan tempat relokasi.
  • Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Tegal,  Provinsi Jawa Tengah (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), sekala 1 : 100.000, daerah rencana lahan relokasi sebagian besar masuk ke dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah artinya daerah tersebut mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan..
  • Berdasarkan hasil penyelidikan daerah ini  cukup layak untuk dijadikan sebagai lahan relokasi dengan syarat :

-       Tidak membuat pemotongan lereng dengan sudut lereng lebih besar dari 150 dengan tinggi lereng lebih dari 1,5 meter.

-       Perlu dibuat saluran kedap untuk air permukaan dan air limbah rumah tangga dan dialirkan ke topografi yang lebih rendah (agar tidak meresap dan menjenuhi tanah)

-       Jika ada pemotongan lereng sebaiknya digunakan dinding penahan (retaining wall) dengan lubang air.

-       Pada alur sungai agar dibuat sepadan sungai dan tidak diperkenankan untuk pemukiman

-       Pemukiman mengkombinasikan penanaman tanaman keras berakar kuat dan dalam yang dapat berfungsi menahan lereng.

-       Tidak mencetak kolam dan sawah pada lahan relokasi

 3. Rekomendasi Teknis

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, maka direkomendasikan sebagai berikut:

  • Berdasarkan penyelidikan geologi daerah rencana tempat relokasi kemungkinan aman terahadap potensi bencana gerakan tanah, sehingga daerah tersebut cukup layak untuk pemukiman, namun demikian harus disesuaikan dengan rencana tata ruang dan wilayah Kabupaten Tegal;
  • Bangunan yang cocok untuk wilayah ini adalah bangunan yang mempunyai konstruksi ringan seperti bangunan kayu (rumah kayu/rumah panggung);
  • Sistem aliran air permukaan (drainase) pada lahan ini harus sedemikian rupa agar air permukaan mengalir dengan baik, salurannya dibuat kedap air untuk mengurangi resapan air ke dalam tanah;
  • Hindari kemungkinan adanya genangan air di daerah ini, air permukaan maupun limbah rumah tangga agar cepat terbuang ke sungai dengan saluran kedap atau pipa-pipa;
  • Perlu dibuat saluran kedap untuk air permukaan dan air limbah rumah tangga dan dialirkan ke topografi yang lebih rendah (agar tidak meresap dan menjenuhi tanah);
  • Pemukiman mengkombinasikan penanaman tanaman keras berakar kuat dan dalam yang dapat berfungsi menahan lereng;
  • Tidak mencetak kolam dan sawah pada lahan relokasi.

 

Tegal 1 (080217)

Gambar 1.  Peta Rencana Lokasi Relokasi di Dusun Kedawung, Dermasuci, Tegal

 

Tegal 2 (080217)

Gambar 2. Peta geologi lokasi relokasi yang merupakan bagian Formasi Rambatan anggota napal (Tmr)

 

Tegal 3 (080217)

Gambar 3. Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah

 

Tegal 4 (080217)

Gambar 4. Peta prakiraan wilayah potensi gerakan tanah Januari 2017 di Jawa Tengah

 

Tegal 5 (080217)

Tegal 6 (080217)

 

Tegal 7 (080217) 

Gambar 3. Peta situasi rencana relokasi di Dusun Kedawung, Desa Dermasuci, Tegal

 

Tegal 8 (080217)

Gambar 4. Peta penampang rencana relokasi

 

Tegal 9 (080217)

Foto 1.  Rencana Tempat Relokasi di Dusun Kedawung dengan topografi pedataran

 

Tegal 10 (080217)

Foto 2.   Saluran air perlu ditata dengan baik agar air tidak terakumulasi di daerah rencana relokas

 

Tegal 11 (080217)

Foto 3. Penggunaan lahan di lokasi rencana relokasi berupa kebun campuran

 

 Tegal 12 (080217)

Foto 4. Diskusi di lapangan dalam memperoleh data dan informasi dari pihak setempat