Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Desa Suwidak, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah

Laporan  hasil  pemeriksaan  lapangan  Bencana Gerakan Tanah dan Penyelidikan tempat relokasi di Desa Suwidak, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah berdasarkan permintaan Cek Lokasi/ Kajian Gerakan Tanah Yang Bernomor 360/273/BPBD/2016. Hasil pemeriksaan sebagai berikut Tanah, sebagai berikut :

1. Lokasi dan Waktu Kejadian Gerakan Tanah:

Gerakan tanah terjadi di Kampung Suwidak, Desa Suwidak, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis terletak pada koordinat : 7° 18' 40,347"LS dan  109° 44' 27,696" BT. Gerakan tanah tipe rayapan terjadi pada tanggal  5 November 2016, tetapi dalam perkembangannya berubah tipe menjadi tipe longsoran. Pada tahun 2008 di lokasi ini juga terjadi gerakan tanah tipe rayapan.

 

2,  Kondisi daerah bencana :

a. Morfologi

Secara umum daerah bencana merupakan lereng perbukitan bergelombang sedang-kuat dengan kemiringan lereng 22 - 30°.

b. Geologi

Berdasarkan hasil pengamatan di lokasi bencana batuan penyusun daerah bencana pada bagian bawah berupa perselingan serpih, napal dan batupasir gampingan (bagian dari Formasi Rambatan), secara setempat terdapat lapisan lempung abu-abu, lunak, gembur dan mudah membubur bila jenuh air. Pada lokasi ini juga terdapat perlapisan napal dan batupasirgampingan dengan arah jurus dan kemiringan N 127° E/ 47°. Napal bersifal pecah-pecah ketika kering. Berdasarkan Peta Geologi Lembar Banjarnegara dan Pekalongan, Jawa (W.H. Condon, dkk., Puslitbang Geologi 1996), batuan penyusun daerah bencana di bagian bawah termasuk  Formasi Rambatan yang terdiri dari serpih dan napal dan batupasiur gampingan (Tmr). Struktur geologi yang terdapat di daerah bencana berupa sesar (patahan) geser berarah relatif timur laut – barat daya, dimana bagian barat relatif bergerak ke utara.

c. Keairan

Kondisi keairan di daerah bencana untuk keperluan sehari-hari menggunanakan air dari mata air. Ciri khas daerah ini jika musim hujan muka air tanah dangkal namun jika musim kemarau sangat muka air tanah menjadi sangat dalam.

d. Tata guna lahan

Pada lereng bagian atas berupa pemukiman dan ladang dan kebun salak. Sedangkan lereng bagian bawah merupakan kebun salak dan kebun campuran.

e. Kerentanan gerakan tanah

Berdasarkan Peta Potensi Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Banjarnegara bulan November 2016 (PVMBG-Badan Geologi), lokasi bencana terletak pada daerah potensi gerakan tanah tinggi artinya pada lokasi ini berpotensi tinggi terjadi gerakan tanah. Gerakan tanah lama dan gerakan tanah baru masih aktif bergerak, akibat curah hujan yang tinggi dan erosi yang kuat.

 

3. Kondisi Bencana dan Akibat yang Ditimbulkan :

Gerakan tanah yang terjadi di Dusun Suwidak, Desa Suwidak berupa rayapan yang bergerak agak cepat ke arah relative selatan - tenggara dengan arah gerakan N 210° E. Mahkota longsoran berarah N 1300 E. Karena lereng yang terjal ( 22 – 30°) dan kemiringan batuan yang relative tegak (47°) dan searah dengan kemiringan lereng maka terjadi perubahan tipe dari rayapan ke longsoran.  Longsoran ini terletak pada areal retakan lama (2008), karena curah hujan yang tinggi (hujan deras selama kurang lebih 5 jam) maka terjadilah gerakan tanah dan terus berkembang. Panjang gerakan tanah mencapai 290 meter, lebar bagian mahkota 89 m.Dampak bencana menyebabkan :

  • 13 rumah rusak berat dan hancur
  • 31 rumah dan 3 fasilitas umum terancam

 

4. Faktor Penyebab Terjadinya Gerakan Tanah :

Secara umum faktor penyebab terjadinya gerakan tanah di daerah pemeriksaan antara lain adalah:

  • Curah hujan dengan intensitas tinggi dan lama memicu terjadinya gerakan tanah.
  • Sifat batuan berupa serpih, napal serta lensa-lensa batulempung  yang merupakan bidang gelicir gerakan tanah.
  • Kemiringan lereng yang terjal dan perlapisan batuan yang searah lereng dengan dip yang relative tegak.
  • Adanya lapisan lempung (lensa lempung) yang membubur bila jenuh air
  • Limpasan air hujan (run off) yang menyebabkan lapisan batuan/tanah pelapukan menjadi jenuh air dan mudah bergerak.

 

4. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah :

Curah hujan yang tinggi serta saluran drainase yang kurang baik menyebabkan air hujan masuk ke dalam tanah melalui retakan dan ruang antar butir tanah sehingga  jenuh air menyebabkan bobot masanya bertambah dan kuat gesernya menurun, sehingga tanah tidak stabil (mudah bergerak). Lapisan serpih, napal dan batupasir gampingan yang searah dengan kemiringan lereng menyebabkan potensi gerakan tanah makin tinggi serta sisipan lensa lempung abu-abu yang membubur karena jenuh air menyebabkan tanah menjadi tidak stabil dan mudah bergerak. Karakteristik napal, serpih dan lapisan lempung tersebut menyebabkan gerakan tanah awal berupa rayapan, namun karena kemiringan lereng yang terjal dan perlapisan batuan yang searah lereng yang relive tegak serta dipicu curah hujan yang tinggi secara terus menerus mengakibatkan perubahan gerakan dari tipe lambat (rayapan) menjadi tipe cepat (longsoran) longsoran.

 

5. Rencana Relokasi :

Mengingat daerah bencana sangat rawan terhadap bencana gerakan tanah, maka pemerintah desa berenca memindahkan pemukiman (relokasi), ke RT 1/ RW 3, Dusun Buana, Desa Suwidak, Kecamatan Wanayasa,  secara geografi terletak pada koordinat : 7° 19' 10,024"LS dan 109° 44' 48,602"BT. Secara umum kondisi lahan relokasi sebagai berikut:

  • Luas tanah daerah rencana relokasi sekitar 0,9 Ha dengan tata guna lahan adalah persawahan dan merupakan tanah kas desa (bengkok kepala dusun).
  • Jarak dengan lokasi bencana sekitar 1,45 km, lokasi ini berdekatan dengan lokasi tempat relokasi lama yang pernah dilakukan Pemerintah Kabupaten.
  • Pencapaian lokasi sekarang dengan jalan tanah dan perkerasan (lebar  3 m)
  • Morfologi daerah calon relokasi berupa lereng datar - landai dengan kemiringan 0 - 50.
  • Batuan dasar penyusun daerah relokasi sama dengan daerah bencana berupa serpih, napal dan batupasir gampingan dengan kemiringan perlapisan batuan secara umum masuk ke dalam lereng. Hal ini relative menguntungkan terhadap gerakan tanah.
  • Tataguna lahan berupa  persawahan, di bagian utara merupakan pemakaman dan kebun salak dan kebun campuran dengan tanaman keras agak jarang.
  • Keairan daerah calon relokasi air permukaan sangat melimpah karena berdekatan dengan Sungai Merawu dan air tanah relative dangkal (< 4 m).
  • Dari hasil pengamatan lapangan di daerah tersebut tidak terdapat tanda-tanda terjadinya gerakan tanah baik gerakan tanah lama maupun baru, serta kemiringan lereng yang landai. Hal yang perlu antisipasi adalah pemukiman jangan terlalu dekat ke Sungai maupun alur lembah Sungai serta saluran drainase harus baik supaya tidak memicu terjadinya gerakan tanah. Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Banjarnegara,  Provinsi Jawa Tengah (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), sekala 1 : 100.000, daerah rencana lahan relokasi termasuk ke dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah artinya daerah ini mempunyai tingkat kerentanan menengah untuk terjadi gerakan tanah.
  • Berdasarkan hasil penyelidikan lapangan daerah ini  cukup layak untuk dijadikan sebagai lahan relokasi dengan syarat :
    • Tidak melakukan pemotongan lereng dengan sudut lereng lebih besar dari 250 dengan tinggi lereng lebih dari 1,5 meter.
    • Perlu dibuat saluran kedap untuk air permukaan dan air limbah rumah tangga dan dialirkan ke kaki lereng (agar tidak meresap dan menjenuhi tanah)
    • Penanaman tanaman keras berakar kuat dan dalam yang dapat berfungsi menahan lereng.

 

5. Kesimpulan Rekomendasi Teknis :

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Daerah bencana terletak pada daerah longsoran tipe rayapan lama dan dan aktive kembali karena curah hujuan yang tinggi. Sehingga masih berpotensi bergerak apabila dipicu oleh curah hujan yang tinggi dengan durasi yang cukup lama, sehingga masyarakat yang berada/tinggal di lokasi bencana agar selalu meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat dan setelah hujan lebat yang berlangsung lama.
  • Rumah yang rusak berat dan terancam sebaiknya direlokasi ke tempat yang aman
  • Jika muncul retakan segera menutup retakan dengan tanah lempung yang dipadatkan agar air hujan tidak masuk/meresap dan menjenuhi tanah pada lereng.
  • Menanami lereng bagian atas dan tengah dengan tanaman keras berakar kuat dan dalam (tanaman tahunan) yang akarnya dapat mengikat tanah pada lereng.
  • Lokasi yang usulkan Pemerintah Desa untuk rencana relokasi adalah di RT 1/ RW 3, Dusun Buana, Desa Suwidak, Kecamatan Wanayasa aman dari potensi gerakan tanah namun disarankan, tidak membuat pemotongan lereng dengan sudut lereng lebih besar dari 400 dengan tinggi lereng lebih dari 1,5 meter, perlu dibuat saluran kedap untuk air permukaan dan air limbah rumah tangga dan dialirkan ke kaki lereng (agar tidak meresap dan menjenuhi tanah), penanaman tanaman keras berakar kuat dan dalam yang dapat berfungsi sebagai penguat  lereng, serta  pemukiman jangan terlalu dekat ke Sungai maupun alur lembah Sungai.

 

 

LAMPIRAN

 

Suwidak 1 (15-12-16)

Gambar 1. Peta petunjuk lokasi gerakan tanah dan lokasi calon relokasi di Desa Suwidak, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarengara, Jawa Tengah

 

Suwidak 2 (15-12-16)

Gambar 2. Rumah yang hancur akibat gerakan tanah tipe rayapan dan longsoran

 

Suwidak 3 (15-12-16)

Gambar 3 Rumah yang terancam yang terletak di bagian atas mahkota longsoran.

 

Suwidak 4 (15-12-16)

Gambar 4  Rumah yang yang hancur dan pondasi rumah sudah menggantung

 

Suwidak 5 (15-12-16)

Gambar 5 Bagian Belakang rumah yang hancur dan terancam longsoran

 

Suwidak 6 (15-12-16)

Gambar 6 a. Jalan desa yang turun terletak pada perselingan napal dan batupasir gampingan (b) bagian atas berupa serpih yang mudah hancur

 

Suwidak 7 (15-12-16)

Gambar 7 Rumah yang terancam pada sayap longsoran

 

Suwidak 8 (15-12-16)

Gambar 8 lokasi lahan relokasi pada area persawahan

 

Suwidak 9 (15-12-16)

Gambar 9. Peta geologi pada area gerakan tanah di Desa Suwidak, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. Jawa Tengah

 

Suwidak 10 (15-12-16)

Gambar 10. Peta geologi pada tempat relokasi di Dsn. Buana, Desa Suwidak, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. Jawa Tengah

 

TABEL WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

KABUPATEN BANJARNEGARA

PROVINSI JAWA TENGAH

BULAN DESEMBER 2016

Suwidak 11 (15-12-16)

Keterangan :

Suwidak 12 (15-12-16)

 

Suwidak 13 (15-12-16)

Gambar 11  Peta Prakiraan Potensi Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Banjarnegara di Bulan Desember 2016

 

Suwidak 14 (15-12-16)

Gambar 12 Peta Situasi Gerakan Tanah di Dsn Suwidak, Desa Suwidak, Kabupaten Banjarnegara

 

Suwidak 15 (15-12-16)

Gambar 13 Peta Situasi Gerakan Tanah Tempat Relokasi di Dsn Buana, Desa Suwidak, Kabupaten Banjarnegara