Tanggapan Bencana Gerakan Tanah Kec. Payakumbuh, Kab. Limapuluh Kota Provinsi Sumatera Barat

Tanggapan bencana gerakan tanah di Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, berdasarkan pemberitaan media www.riaupos.co.id hari Senin, 30 November 2015, sebagai berikut :

1. Lokasi dan waktu kejadian:

Gerakan tanah terjadi di daerah pemukiman, Jorong Pabatungan, Nagari Taeh Bukik, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Bencana tersebut terjadi pada hari minggu, tanggal 29 November 2015.

 

2. Jenis gerakan tanah:

Jenis gerakan tanah diperkirakan berupa rayapan. Pergerakan tanahnya merusak daerah pemukiman.

 

3. Dampak gerakan tanah:
  • 20 rumah rusak.
  • 156 kepala keluarga mengungsi.

 

4. Kondisi daerah bencana :
  • Secara umum sekitar lokasi bencana merupakan daerah pegunungan dengan kemiringan lereng landai sampai agak terjal. Elevasi lokasi bencana sekitar 600 meter di atas permukaan laut.
  • Berdasarkan Peta Geologi Lembar Solok, Sumatera (Silitonga dan Kastowo, Puslitbang Geologi, 1995), daerah bencana tersusun oleh batuan Formasi Brani, terdiri dari Konglomerat dengan sisipan batupasir (Tob); Batuan Anggota Filit dan Serpih Fromasi Kuantan, terdiri dari serpih dan filit, sisipan batusabak, kuarsit, batulanau, rijang dan aliran lava (PCks). Serta Batuan Andesit sampai Basal (Ta), Aliran lava, breksi, aglomerat.
  • Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada Bulan Desember 2015 di Provinsi Sumatera Barat (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Kecamatan Payakumbuh termasuk zona potensi gerakan tanah menengah-tinggi artinya daerah yang mempunyai potensi menengah - tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Pada zona ini gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

 

5. Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah diperkirakan:
  • Hujan deras yang turun dalam waktu lama sebelum dan pada waktu kejadian gerakan tanah.
  • Tanah fisik batuan dan tanah pelapukan yang tebal, bersifat gembur, sarang dan jenuh air saat hujan turun.
  • Tebing yang terjal.
  • hujan tidak meresap ke dalam tanah dan membuat jenuh tanah penyusun tebing.
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah.
  • Menutup retakan dengan tanah liat yang dipadatkan, agar air hujan tidak masuk ke dalam tanah.
  • Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat.

 

 

Sumbar 1 (10-12-15)

Gambar  Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah Provinsi Sumatera Barat Bulan Desember 2015

 

Sumbar 2 (10-12-15)