Tanggapan Gempabumi Di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Tanggal 22 Oktober 2019

Mentawai 221019

I. Informasi Gempa bumi

 Gempa bumi terjadi pada hari Selasa, 22 Oktober 2019, pukul 06:49 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 99,65° BT dan 2,47° LS, dengan magnitudo M 5,5 pada kedalaman 18 km, dengan lokasi berjarak 49 km tenggara Tua Pejat, Kepulauan Mentawai. GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman melalui GEOFON program menginformasikan bahwa gempa bumi berpusat di koordinat 99,77° BT dan 2,48° LS dengan kekuatan M5,3 dan kedalaman 10 km. The United States Geological Survey (USGS), Amerika, menginformasikan bahwa pusat gempa bumi terletak pada koordinat 99,592° BT dan 2,665° LS, dengan magnitudo M 5,4 pada kedalaman 10 km.
BMKG juga melaporkan gempa bumi susulan yang terjadi 14 menit setelahnya (pukul 07:03 WIB) dengan magnitudo M5,0 yang berpusat di 99,64° Bt dan 2,47° LS, pada kedalaman 22 km.

 

II. Kondisi geologi daerah terdekat pusat gempa bumi

 Pusat gempa bumi berada di Samudera Indonesia di perairan barat Pulau Pagai Utara, Kepulauan Mentawai. Berdasarkan tatanan tektonik Pantai Barat Sumatera dipengaruhi oleh zona tunjaman lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia, sehingga memberikan kontribusi tektonik di laut maupun di daratan Pulau Sumatera. Kondisi geologi di sekitar pusat gempa bumi, pada umumnya tersusun oleh alluvium dan endapan pantai, batuan sedimen berumur Tersier serta batuan Pra-Tersier. Jenis batuan berumur muda seperti alluvium dan batuan Kuarter biasanya bersifat urai dan mengamplifikasi guncangan gempa bumi.

 

III. Penyebab gempa bumi

 Berdasarkan posisi pusat gempa bumi dan kedalamannya, gempa bumi berasosiasi dengan aktivitas penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Gempa bumi ini merupakan gempa bumi interface yang terjadi pada bidang gesek antara kedua lempeng tersebut.

 

IV. Dampak gempa bumi

 Berdasarkan informasi dari BMKG, guncangan gempa dirasakan di Mentawai dengan intensitas II-III MMI (Modified mercalli Intensity), serta di Painan dan Padang sebesar II MMI. Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena meskipun berpusat di laut namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu tsunami. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini.

 

V. Rekomendasi

  1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  2. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil.