Tanggapan Kejadian Gempabumi Di Timur Laut Ambon, Maluku 26 September 2019

Logo_ESDM

1. Informasi Gempa Bumi

 Terjadi gempa bumi terjadi pada hari Kamis, 26 September 2019 pukul 06:46:45 WIB. Menurut BMKG yang sudah update, pusat gempa bumi berada pada koordinat 3.38°LS dan 128.43°BT dengan magnitudo 6.5 pada kedalaman 11 km, berjarak 40 km timur laut Ambon, Maluku. USGS mencatat gempa bumi terjadi di 3.426°LS dan 128.379°BT dengan magnitudo 6.5 pada kedalaman 29.9 km. GFZ mencatat gempa bumi terjadi di 3.56°LS dan 128.45°BT dengan magnitudo 6.6 pada kedalaman 10 km.
Terjadi gempa bumi susulan pukul 07:39:53 WIB. Menurut BMKG, pusat gempa bumi berada pada koordinat 3.63°LS dan 128.36°BT dengan magnitudo 5.6 pada kedalaman 10 km, berjarak 18 km timur laut Ambon, Maluku. Gempa bumi susulan masih terjadi sebanyak 17 kali dengan magnitudo < 5 mulai pukul 07:00 hingga 08:04 WIB. 

 

2. Kondisi geologi daerah terkena gempa bumi

 Pusat gempa bumi berada di darat. Lokasi terdekat dari pusat gempa bumi adalah P. Seram dan Ambon. Lokasi tersebut dominan tersusun oleh batuan metamorf berumur Pratersier dan batuan gunungapi Tersier. Batuan ini umumnya sudah tersesarkan, mudah longsor dan banyak yang sudah lapuk. Batuan lapuk umumnya akan memperkuat efek guncangan gempa sehingga guncangan gempa akan lebih terasa.

 

3. Penyebab gempa bumi

 Berdasarkan lokasi dan kedalaman pusat gempa bumi, diperkirakan gempa bumi ini berasosiasi dengan patahan aktif disekitar pusat gempa bumi.

 

4. Dampak gempa bumi

 Gempa bumi ini terasa di Pos PGA G. Banda Api skala II MMI. Tidak terasa di Pos PGA Gamalama, Ternate. Terasa di Ambon dan Kairatu skala V MMI, II-III di Paso dan Banda. Adanya kerusakan di pasar daerah Pelau, Maluku Tengah dan di Kantor Pusat Unpatti. Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami karena berada di darat dan tidak ada dislokasi di dasar laut.

 

5. Rekomendasi

  1. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPPD setempat, serta tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab mengenai  gempa bumi dan tsunami.
  2. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan.