Tanggapan Gempabumi Di Perairan Barat Kepulauan Batu, Sumatera Utara, Tanggal 5 Februari 2019

Batu 050219

I. Informasi Gempa bumi

 Gempa bumi terjadi pada hari Selasa, 5 Februari 2019, pukul 02:29 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 97,98° BT dan 0,46° LS, dengan magnitudo M 6,1 pada kedalaman 11 km, berjarak 130 km tenggara Nias Selatan, Sumatera Utara. GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman melalui GEOFON program menginformasikan bahwa gempa bumi berpusat di koordinat 98,08° BT dan 0,37° LS dengan kekuatan 5,6 Mw dan kedalaman 10 km. The United States Geological Survey (USGS), Amerika, menginformasikan bahwa pusat gempa bumi terletak pada koordinat 97,986° BT dan 0,490° LS, dengan magnitudo M 5,7 pada kedalaman 9,9 km.

 

II. Kondisi geologi daerah terdekat pusat gempa bumi

 Pusat gempa bumi berada di Samudera Indonesia di perairan barat Kepulauan Batu, Sumatera Utara. Berdasarkan tatanan tektonik Pantai Barat Sumatera dipengaruhi oleh zona tunjaman lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia, sehingga memberikan kontribusi tektonik di laut maupun di daratan Pulau Sumatera. Kondisi geologi di sekitar pusat gempa bumi (Kep. Batu) tersusun oleh alluvium Kuarter, batuan sedimen berumur Tersier serta batuan bancuh berumur Pra-Tersier. Jenis batuan berumur muda seperti alluvium dan batuan Kuarter biasanya bersifat urai dan mengamplifikasi guncangan gempa bumi.

 

III. Penyebab gempa bumi

 Berdasarkan posisi pusat gempa bumi dan kedalamannya, serta mekanisme fokal sumber gempa bumi yang berupa sesar naik (GFZ), kejadian gempa bumi ini berasosiasi dengan aktifitas penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia di lokasi tersebut.

 

IV. Dampak gempa bumi

 BMKG melaporkan bahwa guncangan gempa bumi dirasakan di Nias Selatan, Pasaman, Bukit Tinggi dan Padang Panjang dengan intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity), serta di Padang, Pariaman dan Payakumbuh dengan intensitas II MMI. Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena meskipun berpusat di laut namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu tsunami. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini.

 

V. Rekomendasi

  1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  2. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil.