Tanggapan Kejadian Gempa Bumi Di Tenggara Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, 2 Februari 2019

minahasa

I. Informasi Gempa bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Sabtu, 2 Februari 2019, pukul 08:10 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 125,44° BT dan 0,29° LU, dengan magnitudo 5,3 pada kedalaman 10 km, berjarak 113 km Tenggara Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara.Berdasarkan GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, pusat gempa bumi berada pada koordinat 125,51° BT dan 0,41° LU, dengan magnitudo 5,0 pada kedalaman 74 km. 

II. Kondisi geologi daerah terdekat pusat gempa bumi

Pusat gempa bumi berada di laut. Wilayah-wilayah yang dekat dengan sumber gempa disusun oleh batuan aluvium dan vulkanik berumur Kuarter, batuan sedimen berumur Tersier dan batuan pra-Tersier. Batuan vulkanik Kuarter dan aluvium bersifat urai/lepas sehingga memperkuat efek guncangan gempabumi.

III. Penyebab gempa bumi

Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, gempa bumi diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas subduksi Punggungan Mayu yang berada di Laut Maluku.

IV. Dampak gempa bumi

Intensitas guncangan gempa bumi terbesar akan dirasakan di wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi, kemudian intensitasnya semakin melemah seiring bertambahnya jarak dengan pusat gempa bumi. Berdasarkan BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di Manado dan Kotamobagu dengan intensitas II MMI (Modified Mercalli Intensity). Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena energinya tidak cukup kuat untuk menyebabkan deformasi di bawah laut. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini.

V. Rekomendasi

(1) Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

(2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil.