Tanggapan Kejadian Gempabumi Di Kab. Sigi, 22 Oktober 2018

Sigi (231018)

I. Informasi Gempa bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Senin, 22 Oktober 2018, pukul 23:07 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 120,18° BT dan 1,63° LS, dengan magnitudo 5,2 pada kedalaman 10 km, berjarak 42 km tenggara Sigi, Sulawesi Tengah. Berdasarkan GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, pusat gempa bumi berada pada koordinat 120,20° BT dan 1,70° LS, dengan magnitudo 5,0 Mw pada kedalaman 10 km. Berdasarkan The United States Geological Survey (USGS), Amerika, pusat gempa bumi berada pada koordinat 120,180° BT dan 1,669° LS, dengan magnitudo M 5,1 pada kedalaman 10 km. 

 

II. Kondisi geologi daerah terdekat pusat gempa bumi

 Wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi adalah wilayah Kabupaten Sigi. Wilayah tersebut pada umumnya tersusun oleh batuan sedimen dan batuan malihan (batuan metamorf) berumur Pra Tersier yang membentuk lajur sesar dengan lereng curam dan kebanyakan lapuk. Batuan yang lapuk, urai, lepas, dan belum kompak (unconsolidated) dapat bersifat memperkuat guncangan gempa bumi sehingga lebih rentan.

 

III. Penyebab gempa bumi

 Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, gempa bumi diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas Sesar Palu Koro yang relatif berarah barat laut – tenggara. 

 

IV. Dampak gempa bumi

 Intensitas guncangan gempa bumi terbesar akan dirasakan di wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi, kemudian intensitasnya semakin melemah seiring bertambahnya jarak dengan pusat gempa bumi. Berdasarkan BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di Palu dengan intensitas II-III MMI (Modified Mercalli Intensity), Mamuju II-III MMI, Masamba II MMI, Toraja II MMI, Poso III MMI, Parigi II-III MMI, dan Tentena II-III MMI. Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena pusat gempa bumi berada di darat. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini.

 

V. Rekomendasi

  1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  2. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil.