Tanggapan Gempa Bumi Timurlaut Seram Bagian Timur - 5,7 Sr - 8 Februari 2018

TANGGAPAN GEMPA BUMI TIMURLAUT SERAM BAGIAN TIMUR
5,7 SR - 8 FEBRUARI 2018

Bersama ini kami sampaikan laporan tanggapan terjadinya gempa bumi di Timur Laut Seram Bagian Timur berdasarkan informasi yang diperoleh dari BMKG dan analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sebagai berikut :

 

I. Informasi gempa bumi

Dua Gempa bumi terjadi pada hari Kamis, 8 Maret 2018 pukul 10:33:57 dan 10:51:08 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi berada pada koordinat 131.03°BT, 3.30°LS dan 130.98°BT, 3.25°LS dengan jarak 90 km dan 85 km Timur Laut Seram Bagian Timur, dengan magnitudo 5.4 SR dan 5.7 SR pada kedalaman 25 km dan 13 km.

 

SERAM 8 MAR

 

II. Kondisi geologi daerah terkena gempa bumi

Pusat gempa bumi berada di bawah Pulau Seram, Maluku yang pada umumnya disusun oleh batuan tua berumur Pra-Tersier hingga Tersier. Batuan berumur Kuarter dapat ditemui di sebagian kecil wilayah pesisir Pulau Seram. Goncangan gempa bumi akan terasa kuat pada batuan Kuarter serta batuan Tersier yang telah mengalami pelapukan, karena bersifat urai, lepas, tidak kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek goncangan, sehingga rentan terhadap goncangan gempa bumi.

 

III. Penyebab gempa bumi

Berdasarkan posisi pusat gempabumi dan kedalamannya, kejadian gempabumi ini disebabkan aktivitas di Palung Seram di sebelah utara Pulau Seram.


IV. Dampak gempa bumi

Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa akibat gempa bumi ini.
Gempabumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena walaupun gempabumi berpusat di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk menimbulkan deformasi di dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

 

V. Rekomendasi

  • Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi dan tsunami.

  • Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang pada umumnya energinya semakin mengecil.