Tanggapan Kejadian Gempa Bumi Di Timurlaut Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat - 5,1 Sr - 31 Januari 2018

TANGGAPAN KEJADIAN GEMPA BUMI DI TIMURLAUT KABUPATEN BIMA,NUSA TENGGARA BÂRAT.
5,1 SR dan 5,2 SR - 31 JANUARI 2018

Bersama ini, disampaikan tanggapan kejadian gempabumi di Timurlaut Bima, Nusa Tenggara Barat berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber dana analisis Badan Geologi, sebagai berikut:

 

I. Informasi gempa bumi

Gempabumi terjadi pada hari Rabu, 31 Januari 2018, pukul 07:55:35 WIB. Berdasarkan informasi dari BMKG pusat gempabumi berada pada koordinat 118.79° BT dan 7,89° LS, dengan Magnitudo 5,1 SR, pada kedalaman 30 km, berjarak 63 km timurlaut Bima, Nusa Tenggara Barat. Sedangkan berdasarkan informasi dari USGS, pusat gempabumi berada pada koordinat 118,743° BT dan 7,883° LS, dengan magnitudo 4,6 mb pada kedalaman 22,6 Km.


Gempabumi kedua terjadi di tempat yang sama, pada pukul 09:00:33 WIB, Berdasarkan informasi dari BMKG pusat gempabumi berada pada koordinat 118.81° BT dan 7,88° LS, dengan Magnitudo 5,2 SR, pada kedalaman 26 km, berjarak 64 km timurlaut Bima, Nusa Tenggara Barat. Sedangkan berdasarkan informasi dari USGS, pusat gempabumi berada pada koordinat 118,791° BT dan 7,863° LS, dengan magnitudo 5,3 mb pada kedalaman 15,2 Km.

 

BIMA 31 JAN

 

II. Kondisi geologi daerah terkena gempa bumi

Pusat gempabumi berada di laut. Daerah yang terdekat dengan pusat gempabumi yaitu kabupaten Bima dan Dompu. Sebagian besar daerah tersebut tersusun oleh endapan Aluvium, endapan sedimen Kuarter, endapan gunungapi Kuarter, dan endapan sedimen Tersier. Pada daerah yang disusun oleh endapan aluvium, dan endapan Kuarter diperkirakan goncangan gempabumi akan lebih kuat karena batuan ini bersifat urai, lepas, belum kompak dan memperkuat efek getaran, sehingga rentan terhadap goncangan gempabumi.


III. Penyebab gempa bumi

Berdasarkan posisi dan kedalaman pusat gempabumi, gempabumi ini diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas Flores Back Arc-thrust yang berarah barat-timur, di sebelah utara Pulau Sumbawa.

 

IV. Dampak gempa bumi

Sampai laporan ini dibuat tidak ada laporan mengenai adanya korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat goncangan gempabumi ini. Berdasarkan Informasi dari PGA Sangeang Api di Bima, gempabumi dirasakan pada skala III MMI dengan amplituda maksimum 50 mm dan lama gempa 250 detik, sedangkan berdasarkan Informasi dari PGA Tambora di dompu, gempabumi tidak dirasakan, dengan amplituda maksimum overscale, dan lama gempa 258 detik. Untuk Gempabumi kedua atau susulan, berdasarkan Informasi dari PGA Sangeang Api di Bima, gempabumi dirasakan pada skala III MMI dengan amplituda maksimum 55 mm dan lama gempa 310 detik. Gempabumi ini tidak menimbulkan tsunami, walaupun pusat gempanya berada di laut, namun energi gempa ini tidak cukup kuat untuk menimbulkan tsunami.


V. Rekomendasi

  • Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas Pemerintah BPPD. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi dan tsunami.

  • Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempabumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil.