Tanggapan Gempa Di Barat Daya Kab. Garut 5.1 Sr - 16 Februari 2017

TANGGAPAN GEMPA DI BARAT DAYA KAB. GARUT
5.1 SR - 16 FEBRUARI 2017

Bersama ini, kami sampaikan laporan tanggapan terjadinya gempa bumi di Barat daya Kab.Garut, Provinsi Jawa Barat, berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber dan analisis dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, sebagai berikut:

I. Informasi Gempa bumi
Gempabumi terjadi pada hari Kamis, 16 Februari 2017 pukul 01:53:35 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempabumi berada pada koordinat 107.26° BT dan 7.83° LS (66 km baratdaya Kab.Garut, Jawa Barat) dengan magnitudo 5,1SR pada kedalaman 19 km.The United State Geological Survey (USGS) merilis bahwa gempa bumi yang terjadi berpusat di koordinat 107.409° BT dan 7.510° LS dengan kekuatan 5.0 mb pada kedalaman 76.5 km. GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman melalui GEOFON program menginformasikan bahwa gempa bumi berpusat di koordinat 107.18° BT dan 8.00° LS dengan magnitudo 4.8 Mw di kedalaman 80 km.
garut
II. Kondisi geologi daerah terdekat pusat gempa bumi
Pusat gempabumi berada di laut, tepatnya di sebelah baratdaya Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat dengan kedalaman menengah. Pusat gempabumi ini berada di sekitar Zona Wadati-Beniof (jalur kegempaan subduksi) dari Lempeng Samudera Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Benua Eurasia. Daerah yang berdekatan dengan pusat gempabumi di selatan Pulau Jawa bagian barat pada umumnya disusun oleh batuan Alluvium dan batuan vulkanik berusia Kuarter. Goncangan gempabumi akan terasa lebih kuat di daerah yang disusun oleh endapan alluvium, batuan vulkanik Kuarter dan pelapukan batuan Tersier yang bersifat lepas dan tidak terkonsolidasi, karena sifat batuan yang demikian akan memperkuat efek goncangan gempabumi.

III. Penyebab gempa bumi
Berdasarkan posisi sumber gempabumi dan kedalamannya, gempabumi ini merupakan gempabumi intraslab yang berasosiasi dengan aktivitas patahan pada lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.
Menurut GFZ mekanisme gempabumi ini merupakan sesar naik.

IV. Dampak gempa bumi
Gempabumi dengan kedalaman menengah, goncangan dengan intensitas maksimum akan dirasakan di daerah yang berdekatan dengan pusat gempabumi dan dapat dirasakan secara meluas namun dengan intensitas yang melemah seiring pertambahan jarak. Meskipun sumber gempabumi berpusat di laut, namun energinya tidak menyebabkan deformasi yang besar, sehingga tidak menimbulkan tsunami.
Berdasarkan informasi BMKG, goncangan gempabumi dirasakan dengan intensitas sekitar II - III MMI di Bandung, Pengalengan, Pelabuhan Ratu, Ciamis, Pangandaran dan Tasikmalaya. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan akibat gempabumi.

V. Rekomendasi
- Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat. 
- Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi dan tsunami.
- Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempabumi susulan, yang biasanya berkekuatan lebih kecil.